Let Me Be Me

Fenny Hadinata

10080005145

Kelas A

Penulisan Artikel

Dalam menjalani hidupnya, manusia tentu saja harus berproses. Proses tersebut akan selalu berlangsung sampai dia tak lagi bernyawa. Namun, di balik proses-proses itulah, manusia pada akhirnya dapat mencapai puncak prestise bagi dirinya dan keluarga. Peran keluarga, khususnya orang tua dirasakan sangat vital bagi banyak orang dalam kemajuan hidupnya ke depan. Namun tidak sedikit pula yang merasa bahwa interferensi orang tua dalam menentukan masa depan, adalah tradisi yang sangat kolot yang pernah ada dan harus perlahan-lahan ditinggalkan.

Salah satu alasan mengapa banyak orang sukses dalam hidupnya, adalah karena sejak kecil mereka telah diarahkan untuk ”menjadi apa” oleh orang tuanya. Sejak kecil, mereka dibuatkan frame oleh orang tua mereka untuk menjadi seperti apa mereka kelak dalam menghadapi hidup. Pendidikan yang baik dengan perilaku yang baik adalah salah satu faktornya, mengapa seseorang bisa sukses pada masanya.

Disadari atau tidak, pendidikan mempunyai peran penting dalam hidup seorang manusia. Pendidikan itu pula bagaikan perjalanan proses demi proses hidup yang harus dilalui oleh manusia. Orang-orang yang tidak terdidik, akan mengalami kegagalan dalam hidupnya. Tetapi tidak sedikit pula orang-orang terdidik yang justru mengalami nasib lebih parah.

IQ (Intelegent Quotion) dalam diri seseorang mungkin susah untuk ditingkatkan. Namun EQ (Emotional Quotion) tentu saja menjadi pemicu dalam diri seseorang untuk maju, dan pastinya hal ini dapat seseorang tingkatkan. Keduanya harus dijalani berbarengan agar dalam menyaring pendidikan tidak terjadi ketimpangan. Kedua hal tersebut akan lebih bagus lagi apabila didorong dengan SQ yang kuat. SQ (Spiritual Quotion) saya anggap sebagai tolok ukur dalam menimbang IQ dan EQ. Apa yang dianggap baik oleh SQ, maka akan dianggap baik pula oleh keduanya.

Apabila seseorang telah dapat memaksimalkan ketiga komponen tersebut, saya rasa akan mudah bagi mereka untuk menjalani kehidupan. Mengingat manusia tipe ini dapat dikategorikan sebagai mahkluk dewasa yang sudah tentu dapat mengembangkan potensi-potensi berharga dalam diri mereka.

Masalahnya, tidak semua orang dapat dengan cepat menyadari potensi-potensi yang mereka miliki. Kebanyakan orang tidak mau atau belum menyadari sifat-sifat khas apa yang ada pada dirinya sehingga dapat mendorong mereka akan menjadi seperti apa mereka nanti.

Pada posisi inilah—saya kira—betapa peran kedua orang tua akan sangat berpengaruh. Tidak masalah apabila orang tua menganjurkan pendidikan seperti apa yang baik untuk anaknya. Mengingat betapa banyak pengalaman yang sudah mereka punyai dalam menghadapi hidup. Apa yang baik yang telah terjadi pada mereka, tentu akan dianjurkan untuk anaknya. Namun pengalaman-pengalaman buruk, sudah pasti tidak akan diulangi pada anaknya tersebut.

Tetapi yang kerap terjadi adalah pembangkangan sang anak. Pembunuhan karakter dan pengekangan kreatifitas biasanya akan dijadikan alasan pamungkas ketika seorang anak tidak mendapatkan sisi hidup yang mereka senangi yang tentunya berlawanan dengan kehendak dan cita-cita orang tua mereka.

Hidup dengan seni itu indah, namun seni yang menjadi alat untuk menjalani hidup tentu saja tidak mudah. Itulah sebabnya mengapa kebanyakan orang tua enggan mengakui jiwa seni dan kreatifitas-kreatifitas apa yang sang anak miliki.

Dilema seperti ini sering sekali terjadi. Dan ”berbagi” adalah solusinya. Orang tua yang memiliki obsesi tinggi untuk anak-anak mereka seharusnya dapat memikirkan keinginan sang anak juga. Selfish juga rasanya kalau orang tua yang melulu mengambil keputusan apa untuk sang anak. Anak-anak itu tidak akan pede dalam melakukan segala sesuatu karena merasa selalu takut salah, apabila orang tua benar-benar mengambil alih segala yang harus dilakukan anak mereka. Let it flow, toh akhirnya sang anak yang akan menghadapi hidupnya kelak. Namun ada baiknya pertimbangan-pertimbangan orang tua juga dipikirkan oleh anak. Karena basically tidak ada orang tua yang ingin menjerumuskan anaknya ke dalam jurang.

~ oleh cardut pada Januari 29, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: