Kenapa Anak-anak Bunuh Diri

WIDA NURMAWATI

10080005031

PENULISAN ARTIKEL (UAS)

 

Jumat (15/7), penduduk Desa Cikiwul, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, dikagetkan dengan peristiwa bunuh diri seorang siswi SMP 10 Bantar Gebang. Vivi Kusrini nekat mengakhiri hidup hidup dengan menggantung diri memakai seutas tali di kamar mandi rumahnya. Menurut penuturan sang Ayah, mungkin alasan Vivi gantung diri karena malu sering diejek teman sekolahnya sebagai anak tukang bubur. Terlebih lagi menjelang tahun ajaran baru ini Vivi belum punya seragam sekolah. (Liputan6.com,16/07/2005)

Kalau diperhatikan contoh kasus diatas sepertinya ada misspersepsi di kalangan anak terutama pelajar tentang cara mengatasi masalah yang dihadapinya. Mereka menganggap bunuh diri sebagai jalan keluar yang praktis dan mudah untuk mengakhiri masalah.

Dari kejadian diatas, ada dua motif yang umumnya memancing para pelajar itu berbuat nekat melakukan bunuh diri:

Pertama, kesulitan ekonomi. Ketika biaya pendidikan di negeri ini kian mahal, para pelajar itu harus berhadapan dengan ekonomi keluarga yang pas-pasan. Padahal orang tua mereka sudah berusaha membanting tulang untuk anak demi mengenyam pendidikan formal. Tetapi bisa sekolah saja belum cukup disamping itu mereka juga harus membeli peralatan sekolah lainnya seperti seragam, buku-buku catatan dan buku-buku pelajaran, serta ekstra kulikuler. Walhasil rasa malu dating menghinggapi pelajar yang tidak bisa memenuhi tuntutan biaya pendidikan.

Kedua, hubungan keluarga yang tidak harmonis. Masih ada oran tua atau sang kakak yang mengekspresikan rasa sayangnya kepada adik dengan kemarahan ketika berselisih. Seolah-olah yang paling muda selalu salah. Sang adik masi dianggap anak kecil yang tidak punya hak untuk berbicara atau membela diri. Sang adik pun menjadi iri dan merasa tidak ada yang memperhatikan dan akhirnya mereka pun mengambil jalan yang salah yaitu bunuh diri.

Kesulitan hidup adalah bagian dari kenikmatan yang Allah berikan kepada kita. Oleh karena itu nikmatilah kesulitan itu dengan berfikir positif. Dengan berpikir positif, maka kita akan lebih terbuka, hati kita akan lebih peka, dan pikiran kita akan lebih leluasa memandang sebuah permasalahan dari berbagai sisi. Dan ternyata, Allah tidak akan memberikan cobaan hidup diluar kemampuan umatnya. Harapan ini yang harus kita pegang agar kita punya alasan yang kuat untuk tetap hidup meraih Ridho Allah dalam kehidupan dunia

 

~ oleh cardut pada Januari 29, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: