Merobek Buku Akan Lebih Efektif

Oleh : Carda Arifin

1oo80005065

Tugas Penulisan Artikel

 psychedelic-rabbit.jpgPsychedelic Rabbit

Captain! Oh, My Captain ! Secara serentak suara itu terdengar sangat revolusioner didalam dunia pendidikan khususnya orang-orang yang sudah menonton film Dead Poet Society, dimana ketika dunia pendidikan harus secara teratur mengikuti kurikulum yang itu-itu saja tanpa ada perubahan. Salah satunya adalah cara sistem belajar teks book yang sangat menjenuhkan.

Ada kasus menarik yang terjadi di Indonesia pada tahun 2007 kemarin, dimana dilakukan pembakaran buku sejarah yang tidak mencantumkan 30S tanpa PKI. Mungkin Indonesia ini adalah negara kaya (mungkin), sehingga harus mebakar buku yang didalamnya terdapat kontroversi orang-orang sakit hati, padahal buku tersebut bisa sangat bermanfaat untuk orang-orang yang ingin membaca buku tapi tidak mampu untuk membelinya. Buku memang tidak harus dibeli, akan tetapi buku yang dibakar tadi akan sangat bermanfaat bagi orang-orang yang ingin belajar lewat buku karena tidak mampu membiayai sekolahnya. Mungkin salah satu alternativenya adalah merobek bagian tersebut, kalau memang masih saja dipermasalahkan. Salah satu contoh kecil hal yang bisa menjadikan buku itu bermanfaat adalah memberikannya kepada tukang gorengan untuk jadi alas pisang goreng. Atau mencontoh proses pembelajaran seperti yang dilakukan oleh Mr.Keating (Robin Williams) dalam film Dead Poet Society. Meski berbeda konteks, namun perobekan buku yang dilakukan oleh Mr.Keating berdasarkan atas proses yang sudah umum dalam literatur klasik waktu itu. Oleh karena itu, Mr.Keating sebaliknya menyuruh muridnya merobek halaman pengantara puisi di buku tersebut. Seluruh film ini adalah proses penyadaran, dimana para murid (dan juga pemirsa) melihat bahwa otoritas lembaga (seperti sekolah) dapat dan selalu berupaya menjadi pengarah, tapi hanya diri kita sendiri yang dapat mengetahui siapa diri kita. Tom Schulman, penulis cerita pendek film Dead poets Society (DPS), justru mempercayai bahwa ‘hari kemarin’ pun dapat memacu kreativitas di masa kini. Masa lalu tokoh guru yang bernama John Keating telah memacu tujuh siswanya (Niels dan kawan-kawan) untuk mendobrak kebekuan-kebekuan sekolahnya yang telah mentradisi. Film ini tidak saja merasuk pada tingkat gagasan, melainkan sampai pada dataran pergaulan yang real dari ketujuh siswa itu. Film ini pun mengajarkan atau lebih tepatnya memberi pelajaran terhadap para pengajar yang kaku sangat menjenuhkan para pelajarnya, sebaliknya pengajar seperti Mr.Keating lebih efektif dari segi psikologis. Dan salah satu metode pengajaran yang dicontohkan film ini adalah merobek literatur klasik yang sudah termakan jamannya. 

Mungkin hal ini bisa dicontoh para pendidik daripada harus membakar buku. Selain asapnya merusak polusi, hal itu juga tidak bermanfaat bagi siapapun.

Dari berbagai sumber *

~ oleh cardut pada Januari 24, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: