Bisnis Bukan Hobi

  Bisnis Bukan Hobi

Oleh : Elis Setiawati

 Bisnis bukan hobi kata-kata inilah yang keluar dari bibir sang pengusaha anggrek Rizal pemilik Rumah Bunga Lembang, ia menegaskan  bahwa tanaman aggreknya murni sebagai bisnis bukan hobi belaka.

                                                                                                       wa2ncara-rizal.jpg 

Rizal Djaafarer (55) biasa ia di panggil. Pemilik Rumah Bunga ini sudah berkecimpung selama 20 tahun di dunia tanam-menanan. Tanaman yang dia andalkan adalah Anggrek dan Kaktus.

 Bapak dua orang anak ini sebenarnya sudah mapan pada pertengahan 1980-an. Ia lulusan perguruan tinggi jurusan Arsitek S1. bekerja sebagai arsitek di biro konsultan bangunan, sempat bekerja sebagai dosen IKIP Bandung yang sekarang berubah nama menjadi UPI selama 2tahun. Namun ia merasakan kejenuhan dalam rutinitas kerjanya, lalu Iapun melirik peluang usaha lain.

Ia melirik bidang yang tak terkait dengan latar belakang pendidikanya sama sekali, yaitu profesi sebagai petani anggrek dan tanaman lainnya sebagai pelengkap. Karena menurut dia bisnis ini banyak sekali peluangnya dan sepi pesaing. Keuntungan dapat diraih sebesar-besarnya tanpa patokan gaji bulanan seperti yang ia alami sebelumnya.

Hidupnya ia dedikasikan untuk kemajuan tanaman anggrek. Tanaman itu ia pilih karena memiliki nilai artistic tinggi, bunganya tahan lama, dan tidak perlu lahan luas. Selain anggrek ada pula yang menjadi kebanggaannya yaitu pohon kaktus menurut Rizal, “tidaklah indah hidup ini jika dilihat dari satu sisi saja”. Didunia ini hanya ada dua kutub kehidupan yaitu, susah senang, miskin kaya, begitu juga kutub mahal dan murah yang Ia terapkan pada Anggrek dan Kaktus.Selain itu ditemukan Kutub susah untuk anggrek dan gampang untuk Kaktus dalam hal pengembangbiakan karena kaktus bisa hidup dimana saja “dilempar ke batu juga jadi”, tegasnya.

Semua Ia lakukan bukan semata-mata modal nekat ataupun karena hobi semata semuanya real bisnis, atas dasar perencanaan yang matang dengan berbagai survey yang Ia lakukan. Menurutnya, “usaha yang bermodal nekat itu konyol hanya buang-buang waktu saja”, dan Ia juga menyayangkan terhadap nasib warga Negara Indonesia saat ini yang hanya bisa berpangku tangan pada atasan bahkan tak jarang orang menjadi TKW. Mimik mukanya memperlihatkan kekecewaan dan kesedihan atas hal yang terjadi.

Anggrek mempunyai prospek yang tinggi dalam dunia perekonomian. Sekaligus memberikan ketenangan terhadap yang membudidayakannya. Melihat bunga mekar rasa jenuh hilang. Kesabaran memang diperlukan karena hasilnya tidak akan mengecewakan. “Dengan sabar, tekun dan terus berusaha akhirnya selama 20 tahun saya bisa menjadi sesukses ini, di Indonesia jarang sekali orang seperti saya”, ujarnya bangga.

Dengan bantuan 20 karyawan di berbagai divisi seperti divisi pemasaran, pengembang biakan dan pelayanan, Rizal membudidayakan tanaman di lahan yang Ia namakan Rumah Bunga Rizal.

Tempat pembiakan,penjualan , restoran kecil, fasilitas karoeke dan menyatu dengan rumahnya di tanah seluas dua hektar membuat pengunjung relaks dan betah untuk berkunjung kembali. Produksi sekitar 15.000 batang tanaman perbulan dengan kisaran harga Rp.25.000-25juta perbatang. Untung rugi pasti ada dalam setiap usaha.

Rumah Bunga Rizal berlokasi di Jalan Maribaya Kilometer 2,4 Lembang. Kabupaten Bandung. Awalnya, lokasi usaha tersebut seluas 100M persegi itupun ngontrak. Karena pemilik saat itu butuh biaya hidup tanahpun dijual pada Rizal. Saat itu keadaan jalan rusak, listrik belum ada, dan lingkungan sepi. Namun semangat Rizal tak terpatahkan begitu saja. Dia menikmati pekerjaanya karena penduduk setempat ternyata memperhatikan kegiatannya.elz-rumah-bunga.jpg

Dengan semangat itulah banyak petani sayuran mengamati juga belajar budi daya anggrek padanya. Sekarang terdapat 100 lebih petani anggrek yang bergabung.

 Kerugian terbesar ia rasakan pada tahun 19996-1997. ketika itu Rizal sedang mencari jaringan pemasaran keluar Jawa dan luar negri, seperti Belanda, Jepang, dan Jerman. Tak disangka pemesan produk tak membayar pesanannya dan iIapun rugi ratusan juta. Selain itu rugi dirasakan karena perubahan musim sehingga berpengaruh pada pertumbuhan tetapi hal itu dapat teratasi dengan dukungan keluarga tentunya. Setelah kerugianpun akhirnya keuntungan besar datang di bulan Desember.

Petani bukanlah pekerjaan biasa, “menggeluti pertanian seorang diluar negeri sana bisa kaya raya, itupun saya rasakan meski MercedesBent terbaru belum saya beli”, katanya sambil tertawa.Mungkin anak muda jaman sekarang gengsi mengubek-ubek tanah padahal ini sesuatu yang mengasyikan lowh. Kini bunga anggreknya tidak saja dipasarkan didalam negeri, tetapi Rizal melebarkan sayapnya ke berbagai Negara.

Akhir-akhir ini Rizalpun aktif mengembangkan tanaman anggrek ke berbagai tempat seperti di Bali, Sumatera Barat, dan Kalimantan. Kepada mereka yang ingin menggeluti usaha kebun anggrek, Rizal bersedia membagi ilmunya, dan kebunnya terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar. Ketika itu sayapun sempat ditawarkan bahkan dia menyarankan untuk membawa teman-teman saya juga, ”Sayapun bersedia menjadi pembicara dalam diskusi mahasiswa jika diberlukan”, Ujarnya serius dengan nada semangat.

 (Elis Setiawati/10080005236).     

anggrek-elz.jpg

‘Proses Pengembang Biakan Anggrek’

kaktus.jpg

‘Deretan Tanaman Kaktus’

~ oleh cardut pada Januari 24, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: