Pembibitan dan Distribusi Jamur Tiram

Nama : Wida Nurmawati

NPM : 10080005031

Kls : A

Kelompok kami kabagian untuk meliput segala sesuatu yang ada di Bandung utara, lalu saya pergi ke Cimahi dan disana ada tempat pembibitan dan penjualan jamur Tiram. Tempat tersebut bernama OYSTER MUSHROOM yang beralamat di Jln. Kol. Masturi No. 54 Rt/Rw 03/02 Cibadak Cisarua-Cimahi.

Pemilik pembibitan jamur Tiram tersebut bernama Bpk. Adjang Tarjana namun usahanya dibantu adik iparnya yang bernama mas Fadil.

Proses awal pembuatan jamur Tiram ini membuat terlebih dahulu tempat bertumbuhnya jamur atau biasa disebut dengan media yang isinya berasal dari serbuk kayu. Serbuk kayu yang paling bagus adalah kayu Albasia, alasannya agar mudah lapuk. Asal serbuk kayu untuk pembuatan jamur sumbernya dari Padalarang dan kota lainnya. Media tempat bertumbuhnya jamur yang isinya serbuk kayu terlebih dahulu dipanaskan selama 12 jam. Media-media ini dimasukan dalam ruangan pemanas untuk dipanaskan yang diluarnya terdapat tabung besar yang akan diisi air agar uapnya masuk dalam ruangan pemanas melalui pipa yang terhubung ke ruangan pemanas dengan suhu 100 C menggunakan kayu bakar.

Setelah itu didinginkan dan kemudian diberi bibit jamur Tiram dibagian atasnya lalu diikat menggunakan karet dengan ditengah-tengah ikatan diselipkan kapas, tujuannya agar memudahkan sirkulasi udara. Setelah satu minggu maka akan muncul misilin yang berwarna putih, untuk mencapai penuh dibutuhkan waktu satu bulan. Jika misilin sudah penuh sampai keatas maka akan timbul jamur.

Cara perawatan jamur dengan melakukan penyiraman yang dilakukan sehari sekali dengan air biasa dan tidak perlu memakai nutrisi atau pupuk segala macam karena akan memerlukan biaya lagi. Cara penyiraman dengan penyemprotan halus gunanya untuk melembabkan suhu ruangan dan yang paling penting harus ada cahaya, kelembaban, dan oksigen dengan suhu kelembaban 80-90 C. Waktu penyiraman yang baik ketika jamur-jamur sudah dipetik namun tidak membutuhkan banyak air seperti tanaman yang lainnya karena sifat jamur tiram ini mengikat air.

Pertumbuhan jamur dari mulai pucuk sampai panen sangatlah cepat dibutuhkan waktu hanya empat hari. Cuma interval panen dari setelah dipetik lamanya 10-15 hari tapi standarnya 12 hari saja. Dari satu medianya isa digunakan hingga 8 kali pakai untuk pembuatan jamur namun interval produksinya akan menurun setengah ons. Jika media yang sudah 8 kali pakai maka tidak bisa digunakan lagi tapi isinya bisa dipakai untuk pupuk dan ditambahkan kotoran hewan dan juga plastiknya dijual ke masyarakat.

Sebelum bicara ke produksi akan dibahas dulu tentang pembuatan bibit jamur karena di OYSTER MUSHROOM ini bibit juamur membuat sendiri tanpa membeli, yaitu dengan cara bagaimana kita menginginkan jamur yang seperti apa karena ada jamur yang berumpun atau berkoloni atau hanya tumbuh satu dan tergantung besarnya jamur tersebut dan itu akan mempengaruhi bibit yang akan disebarkan. Jamur yang akan dijadikan bibit haruslah kering jauh dari jangkauan air, jika terkena air maka akan mudah terserang bakteri, virus, dan mikroorganisme lainnya yang akan menggangu jamur.

Cara membuatnya ambil jamur yang kering lalu terserah kita mau ambil batang atau tudungnya dan potong-potong kecil, tapi sebelum itu harus membuat mediannya terlebih dahulu atau dikenal PDA yang isinya agar-agar, glukosa, air adhes, dan sari kentang yang dipotong-potong lalu direbus dengan takaran: agar-agar 20 gr, glukosa 20 gr, air adhes 1 L, 200 gr sari kentang lalu semuanya dimasak masukan dalam botol, tabung reaksi, gelas, dll yang bisa digunakan, lalu masukan potongan-potongan jamur tersebut kedalam tempat-tempat yang tadi disebutkan. Dalam waktu satu minggu maka akan muncul misilium. Dalam proses pembibitan jamur ini akan dibagi beberapa tahap, yang pertama disebut FO atau PDA yang tadi agar-agar, glukosa, lalu disebarkan ke media lain disebut F1, disebarkan lagi F2, dan tahap produksi akhir adalah F3. Dalam pembuatan bibit awal, jamur harus disimpan diruangan khusus dengan suhu yang ditentukan.

Setelah tumbuh jamur dalam media lalu dipanen, produksi jamur itu sendiri intervalnya 1 minggu hingga 15 hari itupun paling cepat. panen dilakukan setiap hari dengan mendapatkan hasil standarnya 1 kuintal kadag samapi 4 kuintal cuma hal seperti itu tergantung bagaimana kondisi perawatan, suhu udara, dll.

Hasil jamur dipasarkan ke kota Jakarta karena sudah terikat kontrak dengan harga standarnya Rp 6000/kg tapi kalau interval umumnya jika tidak terikat kontrak harga standarnya Rp 5000-6000. Pemasaran jamur hanya dilakukan ke kota Jakarta karena harganya lebih stabil dibandingkan Bandung, kecuali pada bulan puasa harga Bandung lebih tinggi bisa mencapai dua kali lipatnya. Di OYSTER MUSHROOM ini hanya meproduksi jamur tiram saja, dulu sempatjamur kuping dan sintake cuma permintaanpasarnya lebihbanyak ke jamur tiram. Perputaran pertanian jamur lebih cepat ketimbang holtikultur dan investasinya lebih besar.

Ditempat pembibitan jamur tiram OYSTER MUSHROOM tidak 100 % berhasil ada saja yang gagal tapi hanya sebagian saja kurang lebih 30 % karena terkontaminasi dengan beberapa faktor:

  1. Sterilisasi tidak matang.
  2. Bibitnya tidak bagus.
  3. Human eror, bagaimana kebersihan para pekerja.

Karena kunci pembuatan jamur harus selalu bersih maka hasilnyapun akan bagus. Tetapi media-media pembuat jamur yang gagal ternyata bisa didaur ulang lagi dengan cara disterilisasi atau dipanaskan lagi.

~ oleh cardut pada November 20, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: