Keberadaan Pesantren Darul Tauhid Bandung

 Oleh: Yugi Dwi Mardani (10080005086)

Bandung Utara adalah sebuah kawasan di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Bandung Utara memiliki sebuah kawasan hutan lindung yang sekarang dikenal dengan Taman Hutan Raya (THR) Ir. H. Djuanda. Di tempat ini ada peninggalan sejarah pada masa penjajahan Belanda dan penjajahan Jepang yang tak dapat dilupakan oleh warga Jawa Barat umumnya dan warga Bandung Khususnya yaitu Goa Belanda dan Goa Jepang. Kawasan bandung Utara dapat dijangkau melalui 3 jalur jalan utama: Jalan Dago (Ir. Juanda), Jalan Ciumbeuleuit dan Jalan Setiabudi. Selain tempat-tempat tersebut, di Bandung juga terdapat salah satu pesantren yang mungkin sudah tidak asing lagi terdengar beritanya di media-media,. Ya, salah satu pesantren itu adalah Pesantren Darul Tauhid yang tepat nya berada di Jl. Gegerkalong Girang 30 D & 38, Bandung 40154, dan Jl. Gegerkalong Girang 67 Bandung 40153.

Tahun ’80-an, sekitaran Jalan Gegerkalong Girang terkenal sebagai “gudang maksiat.” Tapi setelah datangnya seorang pemuda bernama Abdullah Gymnastiar dengan membawa beragam aktivitas positif, justru kawasan yang sering disebut ‘Gerlong’ saja itu, kini lebih dikenal sebagai pusat dakwah. Menyebut Gerlong pasti ingat Daarut Tauhid, begitu juga sebaliknya. Yayasan Daarut Tauhid didirikan oleh Abdulah Gymnastiar—seorang ulama otodidak (belajar langsung dari K.H. Choer Affandi, pimpinan Pesantren Manonjaya – Tasikmalaya, dari seorang ulama sepuh dari Garut, serta seorang ulama sepuh dari Demak) secara resmi pada 4 September 1990.

Cikal bakal Daarut Tauhid berasal dari kegiatan wirausaha yang dilakukan Keluarga Mahasiswa Islam Wiraswasta (KMIW) tahun 1987, dibawah komando bisnismen soleh ini. Ketika itu sebagian laba diniatkan dan sengaja digunakan untuk menopang kegiatan dakwah. Yaitu dalam bentuk pengajian rutin untuk remaja dan umum di bawah bimbingan Abdullah sendiri. Seperti biasa, jika acara pengajian disukai pasti jamaah membanjir. Jika sudah begitu keadaannya, hampir pasti tempat menjadi masalah utama. Begitupun yang dialami Abdullah Gymnastiar dan kawan-kawannya. Lokasi di Jalan Intendans 44 H Gegerkalong, milik orang tua Abdullah Gymnastiar, dirasa sudah tidak representatif lagi. Maka diincarlah rumah pondokan berkamar 20 di Jalan Gegerkalong Girang 38 untuk dijadikan markas baru.

Seluruh kamar kos dikontrak oleh jama’ah. Menyusul setelah itu, didirikanlah masjid sederhana yang berdinding triplek. Tahun 1993 mulai dibangun bangunan permanen berlantai 3 di atas lahan yang sudah menjadi milik sendiri itu. Lantai 1 (dasar) digunakan untuk kegiatan perekonomian, lantai 2 dan 3 dijadikan masjid dan pusat kegiatan pesantren. Setahun kemudian, tepatnya 9 April 1994 berdiri Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) DT.

Tahun 1995, seorang jama’ah membelikan sebidang tanah berikut bangunannya di Jl. Gegerkalong Girang 30 D (50 m dari masjid), yang kemudian dipergunakan sebagai kantor yayasan, kediaman pimpinan pondok, TKA/TPA, ruang pertemuan, ruang produksi konveksi, gudang serta kamar santri. Menjelang akhir 1997, sarana dakwah dan perekonomian menjadi semakin lengkap dengan berdirinya gedung Kopontren 4 lantai di seberang masjid. Digunakan untuk kantor BMT (Baitul Mal wat-Tamwil), penerbitan & percetakan, swalayan & mini market, warung telekomunikasi, pusat informasi, dll.

Model pendidikan yang dikedepankan oleh Daarut Tauhid dikenal dengan sebutan “Manajemen Qalbu”, konsep yang digelontorkan oleh KH. Abdullah Gymnastiar. Sebuah metode yang mengajak jamaahnya untuk mampu menseleraskan olah pikir, olah hati dan olah tindakan (zikir). Intinya adalah memenej dan memelihara kebeningan hati dengan cara mengenal Allah lebih mendalam (dengan amalan/zikir). Untuk kemudian mengisinya dengan nilai-nilai ruhani Islam seperti sabar, ridho, tawakkal, ikhlas, jujur, disertai dengan ikhtiar. Sebagai pesantren yang berada di tengah kota, Daarut Tauhid memang dimaksudkan untuk mengincar segmen masyarakat perkotaan yang ingin memperdalam ilmu agama. (kutipan : www.wikipedia.com)

Selain itu pesantren Darul Tauhid Bandung juga di manfaatkan sebagai wisata rohani olah para wisatawan-wisatawan yang berkunjung ke Bandung. Berbeda dengan pariwisata lainnya yang cenderung hura-hura, wisata yang satu ini terasa lebih sejuk dan menentramkan. Itu karena nafsu duniawi yang kerap mewarnai kegiatan pelesiran, justru dikekang bahkan dimatikan dalam wisata tersebut. Meski begitu peminatnya tidak pernah sepi. Bahkan di tengah rona kehidupan duniawi yang kian hari kian keras, kebutuhan spritualitas masyarakat tampak terus meningkat.

Satu hal lagi yang menarik dari Pondok Pesantren Daarut Tauhiid ini adalah perhatiannya terhadap lingkungan hidup dan disiplin para anak didiknya. Mulai dari pintu masuk Jl. Geger Kalong Girang ke lokasi Pondok Pesantren Darut Tauhid kurang lebih 500 meter, nampak bersih dan tidak ada sampah yang berserakan. Hal ini dikarenakan setiap pagi ada petugas khusus yang membersihkan jalan di lingkungan Pesantren.

Dalam hal ini jangan heran, apabila pada suatu waktu kita bertemu Aa Gym sendiri yang sedang membersihkan sampah di lingkungan tersebut. Pada hari Sabtu, yang turun adalah pasukan anak didik ikhwan yang berseragam kaus biru dan bersepatu laras, membersihkan sampah di kawasan Jl. Geger Kalong Girang. Sehingga tidak akan kita temukan secarik kertas yang berserakan di pinggir jalan. Karenanya Pondok Pesantren Daarut Tauhiid mendapat penghargaan sebagai Lingkungan Pesantren terbaik tingkat Indonesia.

Keberadaan pesantren ini sempat menjadi pusat perhatian ketika pemimpin pesantren ini yang tidak lain adalah KH. Abdullah Gymnastiar, memutuskan untuk menikah untuk kedua kalinya. Hal ini sangat berdampak banyak bagi keberadaan pesantren itu, banyak yang kecewa dengan sikap Aa Gym yang memutuskan untuk berpoligami.

About these ads

~ oleh cardut pada November 19, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: